Sunday, 9 March 2014

LDII Mendorong Penggunaan Internet Sehat dan Produktif



LDII Mendorong Penggunaan Internet Sehat dan Produktif

ldii-gerakan-internet-sehat
Badan Pusat Statistik (BPS) menyodorkan data pengguna internet mencapai 71,19 juta pada 2013. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Fenomena di dunia maya ini memiliki imbas yang besar di dunia nyata. Butuh gerakan nyata agar internet dimanfaatkan secara sehat dan produktif.
Ketua Umum LDII Prof DR Abdullah Syam, Msc menyebut membanjir nya informasi di dunia maya harus disikapi dengan bijak. Internet yang awalnya untuk pertukaran informasi, baik suara maupun data, seharusnya bisa membantu manusia dalam beraktivitas. Persoalan nya, di internet informasi seperti tanpa batas dan tanpa saringan. Semua orang berhak mengisi informasi.
Demikian hal nya di sisi dakwah, internet bisa sangat membantu sekaligus bisa menyesatkan, "Sudah mulai muncul kutipan-kutipan ayat Quran di dunia maya yang salah. Ini kan bahaya kalau tidak diluruskan," ujar Abdullah Syam saat ditemui di Focus Group Discussion (FGD) Dakwah Dunia Cyber dan Internet Sehat di kantor DPP LDII, Jakarta, Jumat (28/2/2014). Persoalan lain, berbagai upaya pihak-pihak tertentu untuk menyesatkan umat Islam, marak pula di internet.
internet-sehat

Menurut Abdullah Syam, tugas ulama dan orangtua bertambah, yakni mencegah berbagai upaya yang dapat merusak iman pengguna internet. Sekaligus memberikan pengetahuan dan peningkatan keimanan bagi generasi muda yang senang bermain internet. "Gerakan dakwah cyber harus terus digencarkan. Ini yang perlu diperhatikan para muballigh dan pendakwah," ujar nya.
LDII membagi dua sesi FGD. Sesi pertama berkaitan dengan dakwah di dunia maya dan sesi kedua mengenai pemanfaatan internet yang sehat dan produktif. Untuk sesi pertama, pembicara utama antara lain Sekretaris MUI Jakarta DR Robi Nurhadi dan Ketua DPP sekaligus Litbang MUI Ir Teddy Tsuratmadji Msc.
Senada dengan Abdullah Syam, Robi menegaskan pentingnya pengelolaan penggunaan internet, karena pengisi informasi di internet itu tak selalu bertujuan baik. Terlebih berkaitan pada keilmuan agama yang bisa menjadi sasaran informasi tak layak. "Kalau yang membaca itu tak memiliki pengetahuan cukup, maka informasi agama yang sesat melalui internet itu bisa mempengaruhi iman nya," ujar Robi. Dia menyeru agar para juru dakwah giat membagi ilmu nya di dunia maya, untuk meminimalisasi pengetahuan agama yang justru menyesatkan.internet-sehat-ldii
Etika Berinternet
Lantas bagaimana peran pemerintah dalam mengatur informasi di internet? Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyiapkan etika siber untuk menangkal konten negatif dalam penggunaan internet di Indonesia.
"Misi etika siber itu untuk menjaga konten positif di Indonesia dari konten negatif dari luar negeri. Ini wujud keinginan adanya kedaulatan internet Indonesia," kata Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Mariam F Barata.
Etika siber itu salah satu nya diterapkan melalui tiga upaya pendekatan perlindungan terhadap bahaya internet, yakni melalui teknologi, hukum dan sosio-kultural. Terlebih lagi fenomena media sosial memberikan dampak pada budaya masyarakat perkotaan. Persebaran informasi kian mudah, yang memungkinkan informasi akurat dan sampah berbaur.
Pemerhati media Agus Sudibyo mengatakan warga dunia maya atau "netizen" harus menginisiasi kode etik media sosial untuk mencegah penyalahgunaan internet. "Sebab, medsos (media sosial) mendorong pendekatan partisipatoris yang menjadikan setiap orang adalah subjek dan sumber informasi. Maka, dibutuhkan kode etik untuk menghindari, misalnya, persebaran kabar bohong," kata Agus.
Pendekatan partisipatoris yang dimaksud Agus berkaitan dengan peranan para pengguna medsos yang memiliki kecenderungan menuju ke arah jurnalisme warga. "Setiap orang bisa jadi sumber informasi dengan adanya medsos," ujar dia.
Di sisi lain, keadaan tersebut membuka peluang besar terjadi nya penyalahgunaan medsos untuk penyebaran kabar bohong dan provokasi misalnya. Ia menyadari bahwa masyarakat pengguna medsos memiliki keengganan untuk dikategorikan sebagai bagian dari pers sebab adanya ikatan dengan kode etik jurnalistik.
“Para penggiat medsos memang tidak berkeinginan dikategorikan sebagai pers sebab banyak aturan nya. Maka, untuk itu sebaiknya segera diinisiasi kode etik medsos yang sesuai dengan ide dan semangat jurnalisme warga di medsos," ujar nya.
Agus meyakini bahwa apabila kode etik medsos betul dirumuskan dan berasal dari pihak pemerintah, akan ada keengganan tertentu yang bermunculan di kalangan pengguna. "Ketimbang dapat dari Pemerintah, pengaturan soal kode etik sebaiknya berasal dari inisiatif masyarakat sendiri dan Dewan Pers ataupun Kementerian Komunikasi dan Informasi harus melempangkan jalan untuk itu," ujar nya.ldii-internet sehat
"Pengguna medsos harus belajar dari pengalaman perumusan pedoman media siber. Itu bukan dibuat oleh Dewan Pers, melainkan kawan-kawan media siber berkumpul dan menginisiasi itu sendiri," kata Agus menambahkan.
Di sisi lain, dia mengaku khawatir dengan keberadaan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). "UU ITE sebenarnya bagus. Tujuan nya memerangi kejahatan siber, tetapi di beberapa pasalnya bisa mencederai kebebasan berekspresi serta hak-hak konsumen," ujar nya.
"Maka, kalau medsos tidak segera dirumuskan kode etik, risiko nya adalah setiap saat harus siap dikenai dengan UU ITE," katanya. Agus juga mengapresiasi kegiatan diskusi yang diadakan DPP LDII dan meyakini kegiatan itu dapat mendorong kehadiran internet dan medsos sebagai tempat ramah keluarga. "Diskusi semacam ini menumbuhsuburkan optimisme adanya internet dan medsos yang ramah keluarga misalnya," ujar dia.
Ketua DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul yang berperan sebagai moderator dalam diskusi tersebut menyatakan bahwa dukungan lembaga nya atas kampanye gerakan internet sehat. Menurut Hidayat yang juga anggota Komisi Penyiaran Indonesia Sulsel, sudah semestinya masyarakat bersama-sama dengan Pemerintah dalam menjaga dan memelihara kebaikan dan kebenaran dalam berinternet.
Aspek positif dari internet menurut Hidayat, adalah sumber pengetahuan dan produktivitas. Siapapun bisa memperoleh informasi mengenai segala hal, dari sisi bisnis pemanfaatan internet juga bisa menghasilkan uang, melalui promosi, iklan, ataupun e-commerce. Namun, pengguna juga mesti dibekali filter yang hanya bisa diperoleh dari institusi keluarga dan keagamaan. (LC/LINES)

Bagaimana aspirasi politik warga LDII pada saat Pemilu?



LDII adalah organisasi kemasyarakatan yang independen yang tidak mengikatkan diri ke partai politik manapun. Adapun pada saat Pemilu, tanpa mengurangi nilai demokrasi, aspirasi politik warga LDII disalurkan sesuai dengan keputusan Raker nas yang diadakan menjelang Pemilu.
sumber  (http://www.ldii.or.id/faqs/19-ldii-sebagai-ormas/86-bagaimana-aspirasi-politik-warga-ldii-pada-saat-pemilu.html)

Peran Warga LDII Kota Sabang dalam Menanggapi Situasi Memanas Menjelang PILKADA


Peran Warga LDII Kota Sabang dalam Menanggapi Situasi Memanas Menjelang PILKADA

Dari beberapa situs berita termasuk di Kompasiana.com (http://hankam.kompasiana.com/2014/01/15/kondisi-panas-menjelang-pemilu-2014-bandit-politik-mulai-beraksi-di-aceh-626672.html). Terlihat bahwa situasi politik saat ini tidaklah stabil sehingga semua elemen harus selalu berperan aktif dalam merespon setiap gejolak dalam masyarakat. Kita selaku bangsa Indonesia harus selalu menjunjung tinggi nilai- nilai pancasila dan kebhinnekaan dan ditambah dengan kepahaman agama yang kuat sehingga situasi apapun yang terjadi tidak akan mempengaruhi tekat kita sebagai bangsa yang kuat yang bersatu dan bermartabat. Siapapun yang memilih dan terpilih harus sama- sama menjaga amanah yang sudah di berikan oleh Allah SWT sebagai masyarakat / pemilih harus memilih wakil- wakil yang benar- benar bisa diharapkan untuk kepentingan masyarakat banyak, sebagai Wakil yang terpilih juga nanti nya jika terpilih bisa menepati  janji nya kepada masyarakat, memberikan pengabdian dan pelayanan yang tulus kepada semua  masyarakat ingatlah Sabda Nabi Muhammad SAW “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi…” (Setiap anda adalah penggembala dan setiap anda dimintai tanggung jawab atas gembala an nya…) dari uraian di atas tentu nya sebagai warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia Khusus nya kota Sabang selalu diberikan nasehat agama agar tidak terbujuk, terpancing dan terpengaruh dengan bujuk rayuan dari semua pihak yang dapat memicu timbul nya konflik.hbv


Demikianlah semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi tambahan pahala bagi penulis dan informasi  bagi pembaca sekalian. Terimakasih untuk semua pembaca.